Living Museum Nabawadatala Angkat Nilai Balung Wesi di Sumedang

1/11/20261 min read

Sumedang, 10 Januari 2026 — Living Museum Nabawadatala kembali menggelar kegiatan budaya bertajuk “Balung Wesi” yang berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan ini dilaksanakan di Sumedang dan diikuti oleh 74 peserta dari berbagai latar belakang, dengan koordinasi oleh DPS dan Rangga Wulung.

Rangkaian acara diawali dengan penerimaan peserta Living Museum Nabawadatala. Para peserta disambut secara adat di lingkungan Kabuyutan Nabawadatala dan menerima Tongkat Balung Wesi sebagai simbol pembelajaran dan penguatan nilai-nilai leluhur. Prosesi penyambutan ini dipimpin langsung oleh Buya Agus Muslim, menandai dimulainya perjalanan spiritual dan kebudayaan para peserta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Ang Edi Suandi, yang menekankan pentingnya pelestarian nilai tradisi sebagai fondasi karakter generasi masa kini. Pembukaan kedua disampaikan oleh Kang Ahmad Suya, yang menyoroti Living Museum Nabawadatala sebagai ruang belajar hidup—tempat tradisi tidak hanya dipamerkan, tetapi dialami dan dihayati.

Sesi materi dimulai dengan paparan Nunerologi oleh Ki Madharo, yang mengulas keterkaitan angka, siklus kehidupan, dan makna filosofisnya dalam tradisi Nusantara. Materi berikutnya adalah Character Building yang dibawakan oleh Master Roni dan Master Agus Ridwan, dengan fokus pada pembentukan karakter, disiplin diri, dan kesadaran nilai melalui pendekatan budaya.

Puncak kegiatan diisi oleh materi inti yang disampaikan oleh Buya Agus Muslim, berupa pemaparan mendalam tentang Balung Wesi—mulai dari makna simbolik, nilai historis, hingga relevansinya dalam membangun keteguhan sikap dan integritas manusia modern.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan prosesi ngawastu, sebagai bentuk pengesahan dan penyelarasan nilai yang telah diterima peserta selama kegiatan berlangsung. Prosesi ini menjadi penanda bahwa pembelajaran tidak berhenti di ruang acara, melainkan berlanjut dalam laku kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Living Museum Nabawadatala menegaskan perannya sebagai wadah pelestarian dan transmisi nilai budaya Nusantara, sekaligus ruang refleksi untuk membangun karakter dan jati diri berbasis kearifan lokal.