Living Museum Nabawadatala Gelar Momentum Balung Wesi Bersama Koordinat Bhagasasi

2/14/20261 min read

Sumedang, 14 Februari 2026 — Living Museum Nabawadatala kembali menyelenggarakan kegiatan budaya bertema Balung Wesi, kali ini bersama Koordinat Bhagasasi. Kegiatan yang diikuti oleh 84 peserta ini berlangsung dalam suasana khidmat dengan rangkaian prosesi adat dan pemaparan materi mendalam mengenai nilai-nilai Balung Wesi.

Acara diawali dengan upacara adat Balung Wesi, yang diisi dengan pembacaan rajah serta pemberian Tongkat Balung Wesi kepada peserta. Prosesi ini menjadi simbol penerimaan nilai serta kesiapan peserta dalam menjalani pembelajaran.

Setelah prosesi adat, peserta mengikuti coffee break yang diiringi musik Songah, memperkuat nuansa tradisional dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian acara resmi dibuka oleh Master Roni selaku MC. Pembukaan materi disampaikan oleh Ahmad Suya, yang memaparkan pentingnya kebudayaan sebagai fondasi karakter dan identitas kolektif. Selanjutnya, Master Agus Ridwan menjelaskan teknis penggunaan Tongkat Balung Wesi, disusul oleh Master Roni yang menguraikan aplikasi Balung Wesi dalam praktik keseharian.

Setelah jeda Ishoma (12.00–13.00), peserta mengikuti materi inti yang disampaikan oleh Buya Agus Muslim. Dalam sesi tersebut, Buya Agus Muslim memaparkan makna Bhagasasi, serta memperdalam pemahaman tentang filosofi Balung Wesi dan langkah konkret yang perlu dilakukan oleh peserta dalam kehidupan nyata.

Kegiatan ditutup dengan prosesi Ngawastu, di mana peserta melakukan pendalaman (deepening) bersama Master Roni dan mengikuti arahan langsung dari Buya Agus Muslim. Prosesi ini menjadi penegasan komitmen peserta terhadap nilai-nilai yang telah diterima sepanjang kegiatan.

Melalui agenda ini, Living Museum Nabawadatala terus menguatkan perannya sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus sarana pembentukan karakter berbasis kearifan lokal.